Google+ Followers

Jumat, 14 Desember 2012

PROSEDUR AKUNTANSI KAS BANK


PROSEDUR AKUNTANSI KAS
Penambahan kas teller awal hari
Pagi hari sebelum jam krja di mulai, pemegang kas kantor cabang  (supervisor kas) memberikan uang kas kepada teller sebagai modal awal operasional kegitan pelayanan nasabah. Pembukuan untuk mencatat kegiatan ini dilakukan pada komputer,  supervisor akan memilih menu “TAMBAHAN KAS Teller” kemudian memilih sub menu “Teller 1” dan mengisi jumlah kas sesuai kebutuhan. Misalnya Rp 1,000,000,000 dengan menu tambahan kas teller tersebut, secara otomatis komputer akan melakukan pencatatan transaksi tambahan kas dengan jurnal pembukuan:
Debit
100-010-00-000x
Kas teller 1
1,000,000,000
Kredit
100-010-00-0001
Kas kantor/induk
1,000,000,000

Kegiatan penerimaan setoran
Setelah menerima uang kas tersebut, maka teller melakukan kegiatan penerimaan setoran dan pembayaran penarikan uang kas dari nasabah. Penerimaan uang setoran dari nasabah berupa setoran simpanan, setoran pinjaman dan sebagainya akan dicatat pada komputer.
Dalam hal ini ada dua jenis setoran yaitu setoran tunai dan setoran non tunai.
a.      Setoran tunai
Apabila jenis setorannya adalah tabungan maka teller akan mencatat sesuai dengan produknya yakni menu “TABUNGAN” kemudian memilih submenu “ SETORAN TUNAI”. Dengan menu ini teller cukup memasukkan rekening tabungan yang dituju beserta jumlah uangnya. Misal jumlah uangnya adalah Rp 100,000,000 maka secara otomatis komputer akan mencatat transakai penerimaan setoran tunai sebagai berikut:
Penerimaan setoran tunai
Debit
100-010-00-000x
Kas teller
100,000,000
Kredit
xxxx-01-xxxxxx-50-x
Rekening tabungan
100,000,000

b.      Setoran non tunai
Apabila setoran dilakukan tidak secara tunai, namun dengan cara mengambil dari rekening lain (overbooking). Maka teller akan memasukkan nomor rekening sumber dana beserta jumlah uangnya dan memasukkan nomor rekening yang dituju beserta jumlah uangnya.
Misalnya melakukan tabungan dengan cek sebesar Rp 100,000,000 maka teller akan mencatat kegiatan ini dengan memilih menu “TABUNGAN” kemudian submenu “SETORAN NON TUNAI”. Dengan ini secara otomatis komputer akan mencatat transaksi penerimaan setoran non tunai sebagai berikut.



Penerimaan setoran non tunai
Debit
xxxx-01-xxxxxx-30-x
Rekening giro an. nasabah
100,000,000
Kedit
xxxx-01-xxxxxx-50-x
Rekening tabungan an. nasabah
100,000,000

Kegiatan pembayaran pengambilan
Pembukuan atas kegiatan pembayaran dan pengambilan oleh nasabah dilakukan teller dengan memilih menu produknya terlebih dahulu, misalnya tabungan sebesar Rp 100,000,000. Maka teller akan memilih menu “TABUNGAN” kemudian submenu “PENGAMBILAN TUNAI”.  Dengan menu ini teller cukup memasukkan rekening tabungan yang dimaksud dan jumlah uang yang diambil nasabah. Secara otomatis komputer akan mencatat transaksi pengambilan tunai tersebut sebagai berikut:
Pembayaran pengambilan tunai
Debit
xxxx-01-xxxxxx-50-x
Rekening tabungan nasabah
100,000,000
Kredit
100-010-00-000x
Kas teller
100,000,000

Jika pengambilan tersebut dilakukan tidak secara tunai (non tunai) maka teller akan melakukan kegiatan pembukuan sama seperti pada transaksi penyetoran nontunai.

Tambahan dan setoran kas teller selama jam kerja
Apabila dari kegiatan penerimaan dan pembayaran tesebut ternyata uang kas teller kurang, maka teller akan minta tambahan kas dari kantor cabang (kas induk). Pencatatan transaksi ini sama seperti halnya transaksi pada kegiatan tambahan kas awal hari.
Sebaliknya, jika dari kegiatan penerimaan dan pembayaran tersebut ternyata kas teller sangat besar melebihi ketentuan maksimal yang diperkenankan, maka teller harus menyetorkan kelebihan kas tersebut ke kas kantor cabang (kas induk). Pada komputernya teller akan memilih menu “SETORAN KAS KE KANTOR CABANG / INDUK” kemudian memilih submenu “teller 1” dan memasukkan jumlah uang yang lebih. Misal uang yang malebihi adalah Rp 1,000,000,000. Maka komputer secara otomatis akan mencatat transaksi sebagai berikut.
Debit
100-010-00-0001
Kas kantor / induk
1,000,000,000
Kredit
100-010-00-000x
Kas teller 1
1,000,000,000

Setoran kas teller akhir hari
Pada akhir hari seluruh kas yang dipegang oleh teller harus di setorkan ke kas kantor cabang (kas induk) dan disimpan di brankas. Untuk transaksi ini pada komputernya teller akan memilih menu “SETORAN KAS KE KANTOR CABANG / INDUK” kemudian memilih submenu “Teller 1” dan memasukkan jumlah uang yang disetor sesuai rinciannya. Misanya teller 1 menyetor sebesar Rp 1,575,250,000. Komputer secara otomatis akan mencatat transaksi setoran kas ini dengan jurnal pembukuan:
Debit
100-010-00-0001
Kas kantor/induk
1,575,250,000
Kredit
100-010-00-000x
Kas teller 1
1,575,250,000

Setelah dilakukan penyetoran tersebut, saldo kas teller akan nihil dan akan diisi kembali keesokan harinya. Selanjutnya teller mencetak daftar transaksipenerimaan dan pengeluaran kas yang dilakukan pada hri tersebut (jurnal transaksi), selisih dari jumlah penerimaan dan pengeluaran kas adalah sebesar kas yang di setor ke kas kantor cabang (kas induk). Apabila terjadi kelebihan maka di bukukan sebagai pendapatan non-operasional bila terjadi kekurangan harus dipertanggung jawabkan oleh teller yang bersangkutan.

Kas ATM
Kegiatan yang berkaitan dengan kas ATM adalah tambahan kas ATM dan pengambilan kas oleh nasabah. Tambahan kas ATM dilakukan oleh satu teller dengan pengawasan dari supervisor kas, pengawasan ini dilakukan dengan cara pencatatan dalm komputer dengan memilih menu “TAMBAHAN KAS ATM” kemudian sub menu “ATM 1” dan memasukkan kas sesuai rinciannya, misal pecahan Rp100,000 dengan total 100,000,000.  kas fisik tersebut dimasukkan kedalam box uang selanjutnya dimasukkan ke mesin ATM. Pencatatan jurnal pada komputer adalah:
Debit
100-010-00-0002
Kas ATM 1
100,000,000
Kredit
100-010-00-0001
Kas kantor/induk
100,000,000

Sedanakan untuk transaksi pengambilan kas melalui ATM yang dilakukan oleh nasabah, misalnya mengambil sebesar Rp 1,000,000 maka transaksi akan dicatat oleh komputer secara otomatis dengan jurnal:
Debit
xxxx-01-xxxxxx-50-x
Rekening tabungan nasabah
1,000,000
Kredit
100-010-00-000x
Kas ATM
1,000,000

Kas ATM 1  disini menunjukkan mesin ATM nomor 1, hal ini dilakukan agar mudah untuk mengidentifikasi dimana transaksi dilakukan karena setiap bank memiliki banyak ATM. Untuk kenyamanan nasabah maka jumlah kas ATM ini harus dipantau setiap hari agar tidak sampai terjadi kekosongan kas pada ATM.

Tambahan kas kantor cabang / kas induk
Apabila kas yang ada di brankas pada kantor cabang tersebut ternyata tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan operasional, maka kantor cabang (unit kerja) harus melakukan penambahan kas fisik dari kantor cabang lain. Transaksi ini akan dibukukan oleh supervisor kas di unit kerja penerima kas, pada komputernya dengan menggunakan menu “TAMBAHAN KAS KANTOR CABANG / KAS INDUK” kemudian memilih submenu kantor cabang yang memberikan kas, misalnya kantor yang memberikan kas adalah kantor cabang abc dengan jumlah uang Rp 8,000,000,000. Maka supervisor akan memilih submenu “KANTOR CABANG ABC” dan memasukkan jumlah kas sebesar Rp 8,000,000,000. Komputer secara otomatis akan mencatat transaksi sebagai berikut:
Tambahan kas dari kantor cabang / unit kerja lain, sebelum berangkat mengambil uang kas dilakukan pembukuan.
Debit
100-020-00-0001
Kas dalam perjalanan
8,000,000,000
kredit
157-080-00-0002
Rekening antar kantor likuiditas nasabah-kantor cabang ABC
8,000,000,000
Tambahan kas dari kantor cabang / unit kerja lain, setelah uang kas diterima di kantor cabang yang membutuhkan dilakukan pembukuan.
Debit
100-010-00-0001
Kas kantor / kas induk
8,000,000,000
Kredit
199-020-00-0001
Kas dalam perjalanan
8,000,000,000

Unit kerja lain yang diminta untuk mencukupi kebutuhan kas tersebut akan mencatat transaksi ini sebagai setoran kas ke unit kerja lain dengan menggunakan menu “SETORAN KAS KANTOR CABANG / KAS INDUK” kemudian memilih kantor cabang yang membutuhkan, misalnya kantor cabangn yang membutuhkan adalah kantor cabang EFG maka akan memilih submenu “KANTOR CABANG EFG” dan memasukkan jumlah kas yang di keluarkan yakni Rp 8,000,000,000. Komputer kantor cabang ABC secara otonatis akan mencatat transaksi ini dengan jurnal pembukuan:
Setoran kas ke kantr cabang / unit kerja lain, pada saat penyerahan uang kas dilakukan pembukuan dengan jurnal:
Debit
157-080-00-0002
Rekening antar kantor likuiditas nasabah-kantor cabang EFG
8,000,000,000
Kredit
100-010-00-0001
Kas kantor / kas induk
8,000,000,000

Kantor pusat akan mencatat transaksi tersebut dengan melakukan pembukuan secara otomatis:
Debit
157-080-00-0002
Rekening antar kantor likuiditas nasbah  - kantor cabang EFG
8,000,000,000
Kredit
157-080-00-0002
Rekening antar kantor likuiditas nasabah – kantor cabang ABC
8,000,000,000

Tambahan kas fisik di sini tidak harus mengambil kas dari jenis bank yang sama, bisa juga mengambil kas dari Bank Indonesia (BI) atau kantor cabang bank lain. Jika melakukan pengambilan kas dari jenis bank yang berbeda maka harus mendapat persetujuan pimpinan unit kerja masing-masing. Untuk pembukuannya dilakukan dengan sarana real time gross settlement (RTGS) yang dilakukan oleh kantor pusat masing-masing bank melalui kantor pusat Bank Indonesia (BI).






Contoh kasus,
1.      Bank BRI cabang ketintang mengambil uang fisik ke Bank Indonesia Surabaya sebesar Rp 10,000,000,000  maka akan dilakukan transaksi sebagai berikut:
Pembukuan di kantor cabang Bank BRI Ketintang
Debit
100-010-00-0001
Kas kantor cabang / induk
10,000,000,000
Kredit
200-030-30-0999
Titipan lainnya dengan kantor pusat
10,000,000,000
Pembukuan di kantor pusat Bank BRI
Debit
200-030-30-0999
Titipan lainnya dengan kantor pusat
10,000,000,000
Kredit
103-101-10-0001
Giro pada bank Indonesia
10,000,000,000
Pembukuan di kantor pusat Bank Indonesia
Debit
xxxx-xxxx-xxxxxx
Giro Bank BRI pada Bank Indonesia
10,000,000,000
Kredit
xxxx-xxxx-xxxxxx
Kas
10,000,000,000

2.      Bank BRI cabang ketintang mengambil uang fisik ke kantor cabang BNI Ketintang sebesar
Rp 10,000,000,000 maka akan dilakukan pencatatan transaksi sebagai berikut:
Pembukuan di kantor cabang Bank BRI Ketintang
Debit
100-010-00-0001
Kas kantor cabang / induk
10,000,000,000
Kredit
200-030-30-0999
Titipan lainnya dengan kantor pusat
10,000,000,000
Pembukuan di klantor pusat Bank BRI
Debit
200-030-30-0999
Titipan lainnya dengan kantor pusat
10,000,000,000
Kredit
103-101-10-0001
Giro pada Bank Indonesia
10,000,000,000
Pembukuan di kantor pusat Bank Indonesia
Debit
xxxx-xxxx-xxxxxx
Giro Bank BRI pada Bank Indonesia
10,000,000,000
Kredit
xxxx-xxxx-xxxxxx
Giro Bank BNI pada Bank Indonesia
10,000,000,000
Pembukuan di kantor pusat Bank BNI
Debit
xxxx-xxxx-xxxxxx
Giro Bank BNI pada Bank Indonesia
10,000,000,000
Kredit
xxxx-xxxx-xxxxxx
Tagihan Bank BRI Ketintang melalui kantor pusat
10,000,000,000
Pembukuan kantor cabang Bank BNI Ketintang
Debit
xxx-xxxx-xxxxxx
Tagihan ke Bank BRI Ketintang melalui kantor pusat
10,000,000,000
Kredit
xxx-xxxx-xxxxxx
Kas kantor
10,000,000,000





Setoran kas kantor cabang / kas induk
Apabila uang kas kantor cabang / kas induk terlalu banyak dan melebihi ketentuan maksimum yang ditentukan oleh pimpipnan unit kerja (supervisor) kas, maka kantor cabang tersebut harus menyetorkan ke Bank Indonesia ataum meneirimkan ke kantor cabang lain yang membutuhkan kas. Setoran kas dari satu kantor cabang ke kantor cabang yang lain di bukukan oleh supervisor kas dengan menu “SETORAN KAS KANTOR CABANG / KAS INDUK” kemudian memilih submenu kantor cabang tujuan, dan memasukkan total kas yang disetorkan. Misalnya kantor yang dituju adalah kantor BTN cabang Jagir sebesar Rp12,000,000,000.  Maka supervisor akan memilih submenu “KANTOR CABANG BTN JAGIR” dan memasukkan total yang disetorkan yakni Rp12,000,000,000. Secara otomatis komputer akan mencatat transaksi ini:
Setoran kas ke kantor cabang / unit kerja lain
Debit 
157-080-00-0002
Rekening  antar kantor liukuiditas nasabah-kantor Cabang  BTN Jagir
12,000,000,000
Kredit  
100-010-00-0001
Kas kantor / kas induk
12,000,000,000

Untuk kantor cabang lain yang menerima setoran akan mancatat transaksi ini sebagai tambahan kas dari unit kerja lain dengan menu  “TAMBAHAN KAS KANTOR CABANG/KAS INDUK” kemudian memilih submenu kantor cabang yang mengirim kas, dan total kas yang dikirim. Misal kantor yang mengirim adalah kantor cabang BTN Ketintang, sebesar Rp12,000,000,000. Maka akan memilih submenu “KANTOR CABANG BTN KETINTANG” dan memasukkan jumlah kas sebesar Rp12,000,000,000. Secara otomatis komputer akan mencatat transaksi ini sebagai berikut:
Tambahan kas dari kantor cabang/unit kerja lain, sebelum berangkat mengambil uang kas dilakkukan pembukuan:
Debit 
100-020-00-0001
Kas dalam perjalanan
12,000,000,000
Kredit
157-080-00-0002
Rekening antar kantor likuiditasb nasabah-kantor cabang BTN Ketintang
12,000,000,000
Tambahan kas dari kantor cabang / unit kerja lain, setelah uang kas diterima dikantor cabang yang membutuhkan dilakukan pembukuan:
Debit
100-010-00-0001
Kas kantor / kas induk
12,000,000,000
Kredit
199-020-00-0001
Kas dalam perjalan
12,000,000,000

Secara otomatis komputer akan mencatat transaksi ini sebagai berikut:
Debit
157-080-00-0002
Rekening antar kantor likuiditas nasabah-kantor cabang BTN Jagir
12,000,000,000
Kredit
157-080-00-0002
Rekening antar kantor likuiditas nasabah-kantor cabang BTN Ketintang
12,000,000,000

Transaksi ini tidak hanya bisa dilakukan pada jenis bank yang sama, namun bisa juga dilakukan pada jenis bank lain atau pada Bank Indonesia. Penyeleseian pembukuan pada bank lain atau pada Bank Indonesia dilakukan dengan sarana real time gross settlement (RTGS) yang dilakukan oleh kantor pusat masing-masing bank melalui kantor pusat Bank Indonesia.

Contoh kasus
Bank BRI cabang Ketintang kelebihan uang fisik sebesar Rp12,000,000,000 dan disetorkan ke Bank Indonesia Surabaya maka akan dilakukan pencatatan transaksi sebagai transaksi:
Pembukuan dikantor cabang Bank BRI Ketintang
Debit
200-030-30-0999
Titipan lainnya derngan kantor pusat
12,000,000,000
Kredit
100-010-00-0001
Kas kantor Cabang / induk
12,000,000,000
Pembukuan dikantor pusat Bank BRI
Debit
103-101-10-0001
Giro pada Bank Indonesia
12,000,000,000
Kredit
200-030-30-0999
Titipan lainnya dengan kantor pusat
12,000,000,000
Pembukuan di kantor pusat Bank Indonesia
Debit
xxxx-xxxx-xxxxxx
Kas
12,000,000,000
Kredit
xxxx-xxxx-xxxxxx
Giro Bank BRI pada Bank Indonesia
12,000,000,000

Apabila kelebihan kas fisik kantor cabang Bank BRI Ketintang tersebut di ambil oleh kantor cabang BTN Ketintang sebesar Rp12,000,000,000. Maka pencatatan transaksi adalah sebagai berikut:
Pembukuan di kantor cabang bank BRI Ketintang
Debit
200-030-30-0999
Titipan lainnya dengan kantor pusat
12,000,000,000
Kredit
100-010-00-0001
Kas kantor cabang / induk
12,000,000,000
Pembukuan di kantor pusat Bank BRI
Debit
103-101-10-0001
Giro pada Bank Indonesia
12,000,000,000
Kredit
200-030-30-0999
Titipan lainnya dengan kantor Pusat
12,000,000,000
Pembukuan di kantor pusat Bank Indonesia
Debit
xxxx-xxxx-xxxxxx
Giro Bank BTN  pada Bank Indonesia
12,000,000,000
Kredit
xxxx-xxxx-xxxxxx
Giro Bank BRI pada Bank Indonesia
12,000,000,000
Pembukuan di kantor Pusat Bank BTN
Debit
xxxx-xxxx-xxxxxx
Kewajiban Bank BRI Ketintang melalui Kantor Pusat
12,000,000,000
Kredit
xxxx-xxxx-xxxxxx
Giro Bank BTN pada Bank Indonesia
12,000,000,000
Pembukuan di kantor cabang Bank BTN Ketintang
Debit
xxxx-xxxx-xxxxxx
Kas Kantor
12,000,000,000
Kredit
xxxx-xxxx-xxxxxx
Kewajiban ke Bank BRI Ketintang melalui kantor pusat
12,000,000,000
Pengurusan kas porti
Kas porti oleh petugas logistik poenggunaanya diawasi oleh pimpinan unit kerja dan dibatasi jumlahnya. Petugas yang memegang kas porti pada awal hari mengambil kas dari teller, dan sepanjang hari tersebut melakukan pencatatan tentang penggunaannya. Kemudian pada akhir hari membuat bukti pembukuan untuk diseleseikan dengan teller.

Berikut ini adalah contoh pembukuan yang berkaitan dengan kas porti.
Misalkan pada awal hari kas porti diberikan sebesar Rp1,000,000. Maka dicatat sebagai berikut:
Pengisian kas porti pada awal hari
Debit
100-010-00-0099
Kas porti
1,000,000
Kredit
100-010-00-000x
Kas teller
1,000,000

Kemudian pada hari tersebut digunakan untuk membayar biaya alat tulis sebesar Rp500,000 membayar biaya porto Rp 100,000 dan membeli bahan bakar kendaraan Rp150,000. Maka pembukuannya sebagai berikut:
Penggunaan kas porti
Debit
521-030-00-09xx
Biaya alat tulis
500,000
kredit
100-010-00-0099
Kas porti
500,000
Debit
521-030-00-09xx
Biaya porto
100,000
Kredit
100-010-00-0099
Kas porti
100,000
Debit
521-030-00-09xx
Biaya bahan bakar
150,000
Kredit
100-010-00-0099
Kas porti
150,000

Pada akhir hari sisa kas porti adalah sebesar Rp250,000 (dari Rp1,000,000-Rp750,000), dan sisa ini harus dikembalikan ke teller dengan jurnal pembukuan berikut:
Penyetoran kas porti akhir hari
100-010-00-000x
Kas teller
250,000
Kredit
100-010-00-0099
Kas porti
250,000

Pengamanan kas
Uang kas yang dimiliki oleh bank harus diamankan dari tindak kejahatan dan kebakaran.untuk pengamanan uang dalam perjalanan (pergeseran kas antar kantor cabang / unit kerja ke Bank Indonesia atau sebaliknya ) dilakukan dengan deklarasi asuransi cas in transit (CIT), sedangkan uang kas yang berada di brankas kantor cabang (kas induk) diasuransikan dengan deklarasi asuransi cash in save (CIS), selanjutnya kas yang dalam penguasaan teller selama jam kerja dan kas ATM diasuransikan dengan deklarasi cash in counter box (CICB).
            Deklarasi CIT dilakukan setiap bulan,sesuai dengan terjadinya transaksi pergeseran kas selama bulan yang bersangkutan, sedangkan CIS dan CICB dideklarasikan setahun sekali sesuai permintaan besarnya pertanggungan asuransi dari pihak bank.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut